Ketika perhiasan dunia menyilaukan mata,
Pernah ku bayangkan betapa bahagia mereka yang berlalu lalang dengan mobil ber-merk mewah kelas dunia.
Pernah ku kagum pada mereka yang hidup di rumah mewah dengan segala fasilitas yang memudahkan segala urusan.
Pernah ku khayalkan jika aku menjadi mereka yang punya banyak uang untuk bisa keliling dunia,jalan-jalan di negara-negara yang memang orang ber-uang akan datangi.
Lalu ku bandingkan dengan diriku,oh betapa ku rasa semua yang aku punya serba kurang.
Aku berandai-andai untuk memiliki semua itu,aku berkhayal menjadi mereka yang punya segala kenikmatan dunia itu.
Seketika aku tersadar,astaghfirullahaladzim......
Betapa tidak bersyukurnya aku akan segala nikmat yang telah di berinya.
Aku bernafas percuma,bisa merasakan teriknya matahari,dan bisa mencium aroma hujan.
Aku punya orangtua yang sangan menyayangiku,teman-teman yang baik berada di sekelilingku.
Astaghfirullahhaladzim....
Betapa angkuhnya aku,sehingga terasa sulit bagiku mengucap syukur.
Menagisku dalam diam,barang kali air mata akan melunakkan hati ku yang keras ini.
Barang kali air mata bisa membuka mata ku yang tertutup untuk melihat nikmat yang di beri ini.
Ya Allah,ampuni lah hamba yang tidak tahu rasa bersyukur ini.Ampunilah hamba yang tidak tahu terima kasih ini.
Ingatkan hamba jika kehidupan setelah dunia ini lebih menjanjikan,sehingga hamba mampu menguatkan hati terhadap silaunya perhiasan dunia.
Karena yang hamba inginkan sesungguhnya hanya ridhomu,kasih sayangmu lah yang sangat hamba dambakan.
Sadarkan hamba jika sekali lagi silaunya perhiasan dunia membutakan mata hati hamba,sehingga hamba lupa bersyukur atas segala pemberianmu.
Lindungi lah hamba dari silaunya perhiasan dunia oh Allah.