Senin, 28 Desember 2015

Ketika Indahnya Perhiasan Dunia Menyilaukan Mata


Ketika perhiasan dunia menyilaukan mata,
Pernah ku bayangkan betapa bahagia mereka yang berlalu lalang dengan mobil ber-merk mewah kelas dunia.
Pernah ku kagum pada mereka yang hidup di rumah mewah dengan segala fasilitas yang memudahkan segala urusan.
Pernah ku khayalkan jika aku menjadi mereka yang punya banyak uang untuk bisa keliling dunia,jalan-jalan di negara-negara yang memang orang ber-uang akan datangi.
Lalu ku bandingkan dengan diriku,oh betapa ku rasa semua yang aku punya serba kurang.
Aku berandai-andai untuk memiliki semua itu,aku berkhayal menjadi mereka yang punya segala kenikmatan dunia itu.
Seketika aku tersadar,astaghfirullahaladzim......
Betapa tidak bersyukurnya aku akan segala nikmat yang telah di berinya.
Aku bernafas percuma,bisa merasakan teriknya matahari,dan bisa mencium aroma hujan.
Aku punya orangtua yang sangan menyayangiku,teman-teman yang baik berada di sekelilingku.
Astaghfirullahhaladzim....
Betapa angkuhnya aku,sehingga terasa sulit bagiku mengucap syukur.
Menagisku dalam diam,barang kali air mata akan melunakkan hati ku yang keras ini.
Barang kali air mata bisa membuka mata ku yang tertutup untuk melihat nikmat yang di beri ini.
Ya Allah,ampuni lah hamba yang tidak tahu rasa bersyukur ini.Ampunilah hamba yang tidak tahu terima kasih ini.
Ingatkan hamba jika kehidupan setelah dunia ini lebih menjanjikan,sehingga hamba mampu menguatkan hati terhadap silaunya perhiasan dunia.
Karena yang hamba inginkan sesungguhnya hanya ridhomu,kasih sayangmu lah yang sangat hamba dambakan.
Sadarkan hamba jika sekali lagi silaunya perhiasan dunia membutakan mata hati hamba,sehingga hamba lupa bersyukur atas segala pemberianmu.
Lindungi lah hamba dari silaunya perhiasan dunia oh Allah.






Sabtu, 19 Desember 2015

Jalan-Jalan ke Genting Highland



Sebenarnya ini udah lama,tapi pengen ng-post aja tentang perjalanan saya ke genting highland yang lalu.Tujuan utamanya udah tentu mau naik cable car,di lanjutkan ke tempat-tempat lain. Ini perjalanan singkat banget cuman sehari dan bisa di bilang dadakan,karena kita ngga punya persiapan apa-apa.
Jadi saya berkunjung ke studio gitu, indoor, dimana di dalamnya banyak terdapat atraksi-atraksi sama indoor game.
Selanjutnya saya sama teman-teman naik cable car, tiketnya kurang lebih satu orang 15 ringgit tapi kita udah beli yang return soalnya kalau ngga nanti mesti beli tiket lagi nambah biaya lagi, nah kita ni prinsipnya jalan hemat.Beli tiketnya lebih baik yang return,soalnya ngga ribe nanti mesti beli tiket lagi.
Kalau tiket udah di tangan,selanjutnya kita naik ke tempat buat naik cable car. Disini naiknya mesti ngantri,soalnya cable car itu datangnya bergilirian bukan sekali berhenti terus semua pada naik.

Ini tempat buat beli tiket cable car


Ini pemandangan dari atas.
Kalau datangnya pagi pemandangan dari atas ngga terlalu jelas soalnya berkabut,tapi keuntungannya kita bisa menghirup udara pagi yang segar sama ngerasain embun-embun gitu.

Ini Indoor studio, kurang lebih kayak Transtudio Bandung lah





Nah habis naik cable car.Next station adalah Taman bunga sama kebun strawberry.Buat yang pengen dateng ke kebun ini, harus nyiapin biaya extra soalnya masuknya bayar RM 8,habis itu kalau mau metik harus beli,nah strawberry ang di petik itu di itung per gram jadinya pper gram juga.Yang ini agak menjengkelkan, soalna penjaga selalu ngaasin takut-takut kalau ada pengunjung yang curi-curi makan.Jangan di kira masuk sini boleh makan gratis,tidak! Beli dulu baru boleh makan.







Taman bunganya ngga terlalu luas,tapi lumayanlah ada banyak jenis bunga yang bisa di temuin disini.Bunga-bunganya di pagerin jadi kita ngga bisa masuk atau ngambil foto sama bunga,cuma dari luar aja yang allowed.